Selasa, 02 Maret 2010

Peranan konsumen dalam proses produksi

PERANAN KONSUMEN DALAM PROSES PRODUKSI

1.1 Perbedaan antara perilaku konsumen dengan perilaku produsen

(1). Perilaku Konsumen
Konsumen akan selalu melakukan kegiatan konsumsi, dimana dalam kegiatan konsumsi tersebut akan ada sesuatu yang diinginkan yaitu utilitas. Konsumen akan berusaha mendapatkan utilitas dari setiap kegiatan konsumsi yang dilakukan. Bahkan, konsumen akan berusaha agar utilitas yang diperoleh adalah utilitas maksimum. Utilitas maksimum adalah suatu kegiatan konsumsi konsumen dalam mencapai keseimbangan pasar, yaitu besar pengorbanan yang dikeluarkan sama atau sebanding dengan utilitas yang didapat dari barang yang dikonsumsi. Oleh karena itu, utilitas maksimum sering disebut keseimbangan konsumen.

Utilitas maksimum dalam mengonsumsi atau menggunakan barang dan jasa dapat diidentifikasi dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan kardinal (utilitas konsumen dapat diukur dengan angka) denngan menggunakan konsep Marginal Utility (MU), pendekatan ordinal (utilitas konsumen dapat dinyatakan melalui tingkatan-tingkatan utilitas dari tingkat rendah ke tingkat tinggi) dengan menggunakan konsep indifference curve (konsep kurva indiferen), dan garis anggaran (budget line).

(2). Perilaku Produsen
Dalam proses produksi, faktor produksi memiliki hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari proses produksi sangat bergantung pada faktor produksi sebagai input (masukan). Semakin besar jumlah faktor produksi (input) yang masuk dalam proses produksi, semakin besar pula jumlah produk (output) yang dihasilkan.

Hubungan antara faktor produksi dan produk dalam proses produksi digambarkan pada bagan 2.1 berikut.

Input (Faktor Produksi) -> Proses Produksi -> Output (Produk)

1.2 Aliran uang

Bagan 2.2 menyajikan model visual perekonomian yang disebut diagram aliran sirkuler (circular flow diagram). Dalam model ini perekonomian memiliki dua tipe pembuat keputusan, yaitu rumah tangga dan perusahaan. Perusahaan memproduksi barang dan jasa dengan menggunakan berbagai masukan (input), seperti tenaga kerja, tanah, modal (bangunan dan mesin). Masukan ini disebut faktor produksi. Rumah tangga memiliki faktor produksi dan mengonsumsi semua barang dan jasa yang diproduksi perusahaan tersebut.

Aliran sirkuler diagram adalah gambaran skematik organisasi perekonomian. Keputusan dibuat oleh rumah tangga dan perusahaan.
Rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di dua jenis pasar. Di pasar barang dan jasa, rumah tangga merupakan pembeli dan perusahaan merupakan penjual. Khususnya, rumah tangga membeli barang dan jasa yang diproduksi perusahaan. Di pasar faktor produksi, rumah tangga merupakan penjual dan perusahaan merupakan pembeli. Di pasar ini, rumah tangga menyediakan masukan yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa. Diagram aliran sirkuler memberikan cara yang sederhana untuk mengorganisasikan semua transaksi ekonomi yang terjadi antara rumah tangga dan perusahaan dalam perekonomian.

Garis panah bagian dalam diagram aliran sirkuler (Bagan 2.2), menggambarkan aliran barang dan jasa antara rumah tangga dan perusahaan. Rumah tangga menjual kegunaan dari tenaga kerja, tanah, dan modal mereka kepada perusahaan di pasar, sebagai faktor produksi. Kemudian, perusahaan menggunakan faktor-faktor ini untuk memproduksi barang dan jasa yang hasilnya dijual di pasar kepada rumah tangga, sebagai barang dan jasa. Dengan demikian, faktor produksi mengalir dari rumah tangga ke perusahaan dan barang dan jasa mengalir dari perusahaan ke rumah tangga.

Garis panah bagian luar diagram aliran sirkuler (Bagan 2.2), menggambarkan aliran yang berhubungan dengan uang. Rumah tangga membelanjakan uang untuk membeli barang dan jasa dari perusahaan. Perusahaan menggunakan sebagian penerimaan dan penjualan ini untuk membayar faktor-faktor produksi, seperti upah untuk pekerja mereka. Sisanya adalah laba untuk pemilik perusahaan. Di lain pihak pemilik perusahaan sendiri adalah anggota rumah tangga. Dengan demikian, pengeluaran untuk barang dan jasa mengalir dari rumah tangga ke perusahaan, dan pendapatan dalam bentuk upah, sewa, dan bunga, mengalir dari perusahaan ke rumah tangga.

Diagram aliran sirkuler adalah satu model sederhana dari perekonomian. Diagram tersebut melepaskan berbagai bagian (detail) yang untuk beberapa tujuan adalah penting. Model aliran sirkuler yang lebih kompleks dan realistis akan mencakup peran pemerintah dan perdagangan internasional. Namun, bagian-bagian ini tidak begitu penting untuk pemahaman dasar bagaimana perekonomian diorganisasi karena kesederhanaannya. Diagram aliran sirkuler berguna untuk diingat ketika berpikir tentang bagaimana unsur-unsur perekonomian dibangun bersama.

1.3 Analisa perilaku konsumen dlm proses produksi

Studi tentang perilaku konsumen juga tidak terlepas pada masalah riset pemasaran. Riset pemasaran adalah salah satu perangkat dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM), yang melakukan pengumpulan informasi tentang sikap, motivasi, keinginan, dan hal-hal lainnya tentang konsumen. Informasi ini digunakan sebagai dasar bagi pembentukan karakteristik dari segmen konsumen sehingga konsumen dapat dikelompokkan dan diidentifikasikan, dan dapat dibedakan dari segmen lainnya.

Motivasi

Motivasi sebagai tenaga dorong dalam diri individu yang memaksa mereka untuk bertindak, yang timbul sebagai akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan. Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan.
Untuk memahami kebutuhan manusia, Teori Maslow dan McClelland menggambarkan bahwa manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan yang berbeda sehingga hal ini dapat digunakan pemasar untuk mendorong konsumsi suatu produk dan atau jasa.

Persepsi

Persepsi didefinisikan sebagai proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur, dan menafsirkan stimuli ke dalam gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia, yaitu proses “bagaimana kita melihat dunia di sekeliling kita”. Stimuli ini diterima oleh alat pancaindra manusia. Stimuli mana yang akan diproses tergantung dari apakah stimuli dapat masuk ke dalam proses untuk menginterpretasikannya. Untuk dapat masuk ke dalam proses interpretasi suatu stimuli harus mampu mengekspos manusia (mendapat perhatian) melalui indra penerimaan, artinya harus diperhatikan ambang penerimaan stimuli manusia. Setelah stimuli diterima maka proses interpretasi dapat dilakukan yang terkait dengan faktor individu

Sikap

Terdapat beberapa pengertian sikap yang disampaikan oleh para ahli. Intinya sikap adalah perasaan dari konsumen (positif dan negatif) dari suatu objek setelah dia mengevaluasi objek tersebut. Semakin banyak objek yang dievaluasi akan semakin banyak sikap yang terbentuk.
Sikap memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi penyesuaian, ego defensive, ekspresi nilai, dan pengetahuan. Untuk lebih memahami sikap perlu dipahami beberapa karakteristik sikap, diantaranya memiliki objek, konsisten, intensitas dan dapat dipelajari.

Model dan Teori Sikap

Perkembangan teori tentang sikap sudah sangat maju. Sikap juga dapat digambarkan dalam bentuk model. Model tradisional menggambarkan pengaruh informasi dari lingkungan luar pribadi seseorang, di mana informasi tersebut akan diolah dengan menggunakan elemen internal dari seseorang, untuk menghasilkan sikap terhadap objek. Model analisis konsumen menyebutkan bahwa sikap terdiri dari komponen perasaan (affect) dan kognitif, perilaku, serta lingkungan. Model tiga komponen dan model ABC menyatakan bahwa sikap konsumen dibentuk oleh faktor kognitif, afektif, dan konatif (perilaku atau kecenderungan untuk berperilaku). Teori kongruitas menggambarkan pengaruh antara dua jenis objek, di mana kekuatan satu sama lain dapat saling mempengaruhi persepsi konsumen. Dan model terakhir adalah model Fishbein yang merupakan kombinasi dari kepercayaan objek terkait dengan atribut dan intensitas dari kepercayaan tersebut. Model Fishbein ini kemudian dimodifikasi dengan menambahkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku dan norma subjektif.

Pembentukan Sikap

Sikap yang terbentuk biasanya didapatkan dari pengetahuan yang berbentuk pengalaman pribadi. Sikap juga dapat terbentuk berdasarkan informasi yang diterima dari orang lain, yang memiliki pengaruh. Kelompok juga menjadi sumber pembentukan sikap yang cukup berpengaruh.Alur pembentukan sikap dimulai ketika seseorang menerima informasi tentang produk atau jasa. Informasi tersebut, kemudian dievaluasi dan dipilah, berdasarkan kebutuhan, nilai, kepribadian, dan kepercayaan dari individu. Sehingga terjadilah pembentukan, perubahan atau konfirmasi dalam kepercayaan konsumen terhadap produk, serta tingkat kepentingan dari tiap atribut produk terhadap dirinya atau terhadap kebutuhannya saat ini. Hasil akhirnya adalah terbentuknya sikap dari individu terhadap suatu objek (produk, jasa atau hal lainnya). Tingkat komitmen dari pembentukan sikap beragam, mulai dari compliance, identification, sampai kepada internalization. Dalam prinsip konsistensi sikap, terdapat harmoni antara pemikiran, perasaan, dan perbuatan, yang cenderung menimbulkan usaha untuk menciptakan keseimbangan antara ketiganya. Adanya disonansi antara elemen sikap dan perilaku dapat direduksi dengan menghilangkan, menambah atau mengubah keduanya (teori disonansi kognitif). Teori persepsi diri menyatakan bahwa sikap dapat ditentukan dari perilaku yang diobservasi. Adanya penerimaan dan penolakan pesan berdasarkan standar yang dibentuk dari sikap sebelumnya terdapat dalam teori penilaian sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar