Pengertian Umum Peramalan
Peramalan adalah penggunaan data atau informasi untuk menentukan kejadian pada masa depan, dalam bentuk perhitungan atau prakiraan dari data yang laludan informasi lainnya untuk penelitian terlebih dahulu prakiraannya.
- Menurut Hery prasetya dan Fitri Lukiastuti ( 2009 : 43 )
Peramalan merupakan suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa yang akan datang melalui pengujian keadaan dimasa lalu.
- Menurut Jay Heizer dan Barry Render ( 2006 : 136 )
Peramalan ( forecasting ) adalah seni atau ilmu untuk memperkirakan kejadian dimasa depan.
- Sedangkan menurut Tim pengembangan Laboratorium Manajemen Menengah ( 2008 : 12 )
Forecasting diartikan sebagai kegiatan analisis untuk memperkirakan magnitude dan direction perubahan suatu variabel ekonomi bisnis ( permintaan barang dan jasa ) dimasa datang berdasarkan past data dan present data.
Tipe- tipe Peramalan
Dalam segi peramalan banyak sekali tipe nya namun menurut pandangan dari Hery Prasetya dan Fitri Lukiastuti ( 2009 : 44 ) dapat kita ambil beberapa yaitu :
- Peramalan ekonomi
Peramalan yang menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lain nya.
- Peramalan teknologi
Peramalan yang memeperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, membutuhkan pabrik dan peralatan baru. Peramalan ini biasanya memerlukan jangka waktu yang panjang dengan memperhatikan tingkat kemajuan teknologi.
- Peramalan permintaan
Proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan peramalan ini disebut juga peramalan penjualan yang mengendalikan produksi, kapasitas seta sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan pemasaran dan sumber daya manusia.
Adapun tahapan-tahapan dalam suatu peramalan yaitu :
a. Pengumpulan data
Pengumpulan data dan menyarankan penting nya perolehan data yang sesuai dengan meyakinkan kebenarannya.
b. Pemadatan atau pengurangan data
Pemadatan atau pengurangan data, seringkali diperlukan karena mungkin saja terjadi kelebihan data dalam proses peramalan, atau sebaliknya terlalu sedikit.beberapa data mungkin tidak relevan dengan masalah dan hal ini dapat mengurangi keakuratan peramalan.
c. Penyusunan dan Evaluasi Modal
Penyusunan dan pengevalusaian modal meliputi pencocokan data terkumpul kedalam modal yang sesuai dalam hal meminimasi.
d. Ekstrapolasi Model ( peramalan aktual )
Terdiri dari model peramalan aktual yang dihasilkan serta begitu data yang sesuai telah terkumpul dan kemungkinan dikurangi akan menghasilkan model peramalan yang sesuai model peramalan yang dipilih.
e. Evaluasi peramalan
Evalusai peramalan melibatkan dan membandingkan nilai peramalan dengan nilai histories actual. Dalam proses ini beberapa nilai data terkini kemudian diambilkan dari himpunan data yang sedang dianalisa.
Forecast ( perkiraan atau peramalan ) merupakan perkiraan penjualan pada waktu yang akan datang dalam keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data-data yang pernah terjadi atau mungkin akan terjadi.
Forecast peramalan adalah perkiraan atau proyeksi secara teknis permintaan konsumen potensial untuk suatu waktu tertentu dengan berbagai asumsi untuk memperoleh suatu forecast dan peramalan.
Kegunaan Peramalan Dalam Ekonomi
Kegunaan peramalan dalam ekonomi menurut pandangan Tim pengembangan laboratorium manajemen menengah, 2006 , Manajemen operasional edisi 2006, Fakultas ekonomi Gunadarma, Jakarta bahwa peramalan digunakan dalam decision making karena hasil forecasting merupakan informasi yang mendasari dalam tingkatan manajemen perusahaan.
Tentang kegunaan peramalan dalam ekonomi dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
1. Mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan dimasa lalu, serta melihat sejauh mana pengaruhnya dimasa datang.
2. Dengan adanya peramalan maka dapat dipersiapkan program dan tindakan perusahaan untuk mengantisipasi keadaan dimasa datang sehingga resiko kegagalan bisa diminimalkan.
3. Peramalan merupakan dasar penyusunan rencana bisnis perusahaan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas suatu rencana bisnis.
4. Peramalan juga digunakan dalam pembuatan keputusan, karena hasil peramalan merupakan informasi yang mendasari keputusan para manajer perusahaan dalam berbagai tingkatan manajemen perusahaan.
Proses peramalan
Peramalan adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa mendatang melalui pengujian dimasa lalu. Esensi peramalan adalah perkiraan peristiwa – peristiwa di waktu yang akan datang atas dasar pola – pola di waktu yang lalu dan penggunaan kebijakan, sedangkan proyeksi fungsi mekanikal. Proses peramalan biasanya terdiri dari langkah – langkah sebagai berikut :
1. Penentuan tujuan
Langkah pertama terdiri atas penentuan macam estimasi yang diingkinkan. Sebaliknya, tujuan tergantung kepada kebutuhan – kebutuhan informasi para manajer. Analisis membicarakan dengan para pembuat keputusan untuk mengetahui apa kebutuhan – kebutuhan mereka, dan menentukan :
a. Variabel apa yang akan di estimasi.
b. Siapa yang akan menggunakan hasil peramalan.
c. Untuk tujuan – tujuan apa hasil peramalan digunakan.
d. Estimasi jangka panjang atau jangka pendek yang diinginkan.
e. Derajat ketepatan estimasi yang diinginkan.
2. Pengembangan model
Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah pengembangan suatu model yang merupakan penyajian secara lebih sederhana sistem yang dipelajari. Dalam peramalan, model adalah suatu kerangka analitik yang bila dimasukan data masukan menghasilkan estimasi penjualan di waktu yang akan datang ( atau variabel apa saja yang di ramal ). Analisis hendaknya memilih suatu model yang menggambarkan secara realistis perilaku variabel – variabel yang dipertimbangkan.
3. Pengujian model
Sebelum diterapkan , model biasanya diuji untuk menentukan tingkat akurasi, validitas dan realibilitas yang diharapkan. Ini sering mencakup penerapannya pada data historik dan penyiapan estimasi untuk tahun – tahun sekarang dengan data nyata yang tersedia. Nilai suatu model ditentukan oleh derajat ketepatan hasil peramalan dengan kenyataan ( aktual ). Dengan kata lain, pengujian model bermaksud untuk mengetahui validitas atau kemampuan prediktof secara logic suatu model.
4. Penerapan model
Setelah pengujian, analisis menerapkan model dalam tahap ini, data historic dimasukan dalam model untuk menghasilkan suatu ramalan.
5. Revisi dan evaluasi
Ramalan – ramalan yang telah dibuat harus senantiasa diperbaiki dan ditinjau kembali. Perbaikan mungkin perlu dilakukan karena adanya perubahan – perubahan dalam perusahaan atau lingkungan nya, seperti tingkat harga produk perusahaan karakteristik – karakteristik produk, pengeluaran – pengeluaran pengiklanan, tingkat pengeluaran pemerintah, kebijakan moneter dan kemajuan teknologi.
Evalusai, dilain pihak merupakan pembanding ramalan – ramalan dengan hasil – hasil nyata untuk menilai ketepatan penggunaan suatu metodologi atau teknik peramalan. Langkah ini diperlukan untuk menjaga kualitas estimasi – estimasi di waktu yang akan datang.
Meramal Horizon Waktu
Dalam meramalkan suatu horizon waktu adapun pandangan menurut sumbernya dari Jay Heizer dan Barry Render ( 2006 : 137 ) yaitu :
1. Peramalan jangka pendek
Peramalan ini mencakup jangka waktu hingga 1 tahun tetapi umumnya kurang dari 3 bulan. Peramalan ini digunakan untuk merencanakan pembelian, penjadwalan kerja, jumlah tenaga kerja dan tingkat produksi.
2. Peramalan jangka menengah
Peramalan ini umumnya mencakup hitungan bulanan hingga 3 tahun. Peramalan ini digunakan untuk merencanakan penjualan, perencanaan, dan anggaran produksianggaran kas dan menganalisis bermacam-macam rencana operasi.
3. Peramalan jangka panjang
Peramalan ini umumnya untuk perencanaan masa 3 tahun atau lebih. Peramalan ini digunakan untuk merencanakan produk baru, pembelanjaan modal, lokasi atau pengembangan fasilitas serta penelitian dan pengembangan.
Permintaan suatu produk pada suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan yang saling berinteraksi dalam pasar yang berada di luar kendali perusahaan. Dimana faktor-faktor lingkungan tersebut juga akan mempengaruhi peramalan. Berikut ini merupakan beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi peramalan :
1. Kondisi umum bisnis dan ekonomi
2. Reaksi dan tindakan pesaing
3. Tindakan pemerintah
4. Kecendrungan pasar
5. Siklus hidup produk
6. Gaya dan mode
7. Perubahan permintaan konsumen
8. Inovasi teknologi
Metode yang lebih canggih tidak menjamin dihasilkannya hasil yang lebih akurat ketimbang metode yang lebih sederhana, lebih mudah diterapkan, dan lebih murah. Berikut ini merupakan temuan-temuan yang berhubungan dengan pemilihan metode peramalan dan akurasi hasil peramalan.
- Akurasi peramalan meningkat jika ramalan dari lebih banyak metode dikombinasikan untuk menghasilkan ramalan akhir; tetapi dampak marjinal dari penambahan satu metode berkurang dengan semakin banyaknya jumlah metode yang digunakan.
- Resiko kesalahan yang lebih besar dalam peramalan yang mungkin disebabkan oleh pemilihan metode yang keliru, resiko kesalahan akan berkurang jika hasil dari dua atau lebih metode dikombinasikan.
- Variabilitas dalam akurasi ramalan diantara berbagai kombinasi metode.
Ruang lingkup pada peramalan terdiri dari :
a.Forecasting (Peramalan)
b.Planning (Perencanaan)
c.Organizing (Pengorganisasian)
d.Commanding (Pemberian Komando)
e.Coordinating (Pengkoordinasian)
f.Controlling (Pengawasan)
1. Planning (perencanaan)
Suatu kegiatan dimana Manager akan merencanakan suatu hal guna mencapai hasil
yang diinginkan.
2. Organize (organisasi)
Suatu kegiatan penetapan manusia atau sumber daya fisik lain-nya untuk menjalankan suatu rencana yang telah ditentukan agar dapat mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan.
3. Staffing (penyusunan pegawai)
Suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengerjakan hal-hal yang dituju. Dengan menyusun pegawai sesuai dengan bidang dan keahlian mereka dalam bekerja.
4. Direct (pengarahan)
Suatu kegiatan untuk mengarahkan para pegawai untuk melakukan hal yang telah ditentukan oleh manajemen.
5. Control (pengendalian)
Suatu kegiatan untuk mengendalikan pegawai dalam proses kerja. Mengendalikan sistem kerja yang akan dilakukan dan menentukan hal yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
Banyak sekali ahli-ahli yang menyebutkan fungsi-fungsi peramalan secara berbeda-beda. Pemikiran setiap orang berbeda sehingga memunculkan pernyataan yang bermacam-macam juga
fungsi peramalan tidak hanya termasuk di dalamnya teknik khusus dan model, tetapi juga termasuk input dan output dari subyek peramalan. Pengembangan fungsi peramalan dibutuhkan untuk mengidentifikasi output, karena spesifikasi output dapat menyederhanakan pemilihan model peramalan, tetapi fungsi peramalan tidaklah lengkap tanpa mempertimbangkan input. Peramalan biasanya meliputi beberapa pertimbangan berikut ini :
1.Item yang diramalkan
2.Peramalan dari atas (top-down) atau dari bawah (buttom-up)
3.Teknik peramalan (model kuantitatif atau kualitatif)
4.Satuan yang digunakan
5.Interval/horison waktu
6.Komponen peramalan
7.Ketetapan peramalan
8.Pengecualian dan situasi khusus
Jenis – jenis Peramalan
Pada pandangan Eddy Herjanto ( 26 : 86 ) di katakan bahwa jenis-jenis peramalan mempunyai 2 macam yaitu :
a. Peramalan kualitatif
Analisis time series merupakan hubungan antara variabel yang dicari (dependent) dengan variabel yang mempengaruhi-nya (indenpendent variabel), yang dikaitkan dengan waktu seperti mingguan, bulan, triwulan, catur wulan, semester atau tahun. Dalam analisi time series yang menjadi variabel yang dicari adalah waktu.
b. Peramalan kuantitatif
Metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang mempengaruhinya tetapi bukan waktu.
Ada beberapa jenis ramalan yang cukup relevan dalam pengambilan keputusan manajemen penjualan, salah satu pembagian yang penting adalah potensi pasar, potensi penjualan perusahaan dan ramalan penjualan perusahaan.
- Potensi pasar adalah kemungkinan penjualan total barang dan jasa oleh industri yang ada.
- Potensi penjualan perusahaan adalah kemungkinan penjualan total untuk sebuah perusahaan.
- Ramalan penjualan perusahaan adalah estimasi realistis tentang penjualan aktual dalam rupiah atau unit yang diharapkan akan dicapai perusahaan dalam periode mendatang menurut rancangan pemasaran.
Tujuan dan fungsi peramalan
Tujuan daripada diadakannya peramalan adalah untuk memperoleh informasi mengenai perubahan dimasa yang akan datang yang akan mempengaruhi terhadap implementasi kebijakan serta konsekuensinya, berikut adalah langkah-langkah dengan adanya peramalan yaitu :
1. Untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam persoalan menyusun suatu anggaran-anggaran.
2. Untuk melakukan pengawasan terhadap persediaan suatu produk yang akan dijual.
3. Untuk membantu kegiatan perencanaan dan pengawasan terhadap reproduksi barang dan jasa.
4. Untuk melakukan pengawasan untuk pembelanjaan perusahaan.
5. Untuk menyusun kebijaksanaan-kebijaksanaan yang efektif dan efisien.
Sedangkan menurut pandangan Jay Heizer dan Barry Render ( 2006 )
1. Untuk mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan dimasa lalu serta melihat sejauh mana pengaruh dimasa datang.
2. Peramalan diperlukan karena adanya time Lag atau Delay antara saat suatu kebijakan perusahaan ditetapkan dengan saat impementasi.
3. Peramalan merupakan dasar penyusunan bisnis pada suatu perusahaan sehinggadapat meningkatkan efektifitas suatu rencana bisnis.
Adapun fungsi lain yang bisa mengarah pada peramalan yaitu :
1. Untuk atau mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan dimasa lalu, serta melihat sejauh mana pengaruhnya dimasa datang.
2. Peramalan diperlukan karena adanya time_lag antara saat suatu kebijakan peruasahaan di tetapkan dengan saat implementasi.
3. Dengan adanya peramalan, maka dapat dipersiapkan program dan tindakan perusahaan untuk mengantisipasi keadaan dimasa datang sehingga resiko kegagalan bisa diminimalkan.
Kajian penelitian sejenis
kajian sejenis ini diambil dari penelitian yang memiliki kesamaan topik atau variabel yang sedang diteliti oleh penulis.
Berikut ini kajian penelitian sejenis tersebut adalah sebagai berikut :
Judul : Peramalan penjualan terhadap ayam goreng pada kios ayam
goreng sabana
Nama : Utomo Abriansyah
NPM : 10206997
Jurusan : Manajemen ekonomi
Pembimbing : Emilianshah Banowo,S.SOS,MM
Menuliskan dalam penulisan ilmiah nya yaitu :
Dari penelitian tersebut diperoleh hasil, dengan menggunakan metode moving average 2 bulan dengan diperoleh hasil penjualan sebesar 602 ekor dengan penyimpangan (MAD) adalah sebesar 34 ekor maka ramalan penjualannya setelah diketahui MAD berkisar antara 568 ≤ x ≤ 636. Bila menggunakan metode MA 3 bulan diperoleh peramalan penjualan sebesar 576 dengan penyimpangan ( MAD ) sebesar 26 ekor maka ramalan penjualannya setelah diketahui MAD berkisar antara 550 ≤ x ≤ 602.
Kajian sejenis yang sama juga di ambil dari penelitian yang memiliki kesamaan topik atau variabel yang sedang diteliti oleh penulis.
Berikut ini kajian penelitian sejenis tersebut adalah sebagai berikut :
Judul : Peramalan Penjualan pada PT. Mandom Indonesia.Tbk
Nama : Anton Setio Nugraha
NPM : 10200201
Jurusan : Manajemen ekonomi
Pembimbing : Sri Redjeki,SE,MM
Menulis dalam penulisan ilmiah nya yaitu :
Dari perhitungan analisa dapat diketahui peramalan penjualan beserta persimpangannya untuk tahun 2003 adalah metode least square = 627.633,84 dengan penyimpangan (MAD) = 37,601,8 metode rata-rata bergerak = 525.309,33 dengan penyimpangan (MAD) = 156.235,93 dan metode exponential smoothing = 378.260,44 dengan penyimpangan (MAD) = 84.205,65.
Selasa, 01 Maret 2011
Example : Surat Lamaran 2 ( On English )
Jln. Bougenville C No.196
Duta Kranji
Bekasi Barat 17134
Mrs. Hadipranita Prawijaya
Personel Departemen Manufactur
PT. Multi Agung Perkasa
Suite 9-B Graha Kencana 9th Floor
Jln. Raya Perjuangan No.88 Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Dear Mrs. Hadipranita Prawijaya,
With reference to your advertisement for a Programmer ( PRG ) in newspaper info LOKER ( Lowongan Kerja ) on 16 februari, I would like to apply for the post.
Im 23 years old and educated at Gunadarma University College have given me excellent manajemen skills. I was also awarded a special citation for a speed and accuracy in typing.
Since 2011, I have been working as a General Affair Officer on PT. Indika Energy Tbk where i had responsibility for all business and marketing. Unfortunately, The company is moving its head office to yogyakarta and i have therefore decided to look for a new job in jakarta.
I would be available for an interview on any day after 15 march and I would be able to take up a new post on any date from 1 april.
Mrs. Greeta Pardomoan and Mr. Tarigan are willing to give me references.
I look forward to having your reply.
Your sincerely,
Edward Ferdinand
Duta Kranji
Bekasi Barat 17134
Mrs. Hadipranita Prawijaya
Personel Departemen Manufactur
PT. Multi Agung Perkasa
Suite 9-B Graha Kencana 9th Floor
Jln. Raya Perjuangan No.88 Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Dear Mrs. Hadipranita Prawijaya,
With reference to your advertisement for a Programmer ( PRG ) in newspaper info LOKER ( Lowongan Kerja ) on 16 februari, I would like to apply for the post.
Im 23 years old and educated at Gunadarma University College have given me excellent manajemen skills. I was also awarded a special citation for a speed and accuracy in typing.
Since 2011, I have been working as a General Affair Officer on PT. Indika Energy Tbk where i had responsibility for all business and marketing. Unfortunately, The company is moving its head office to yogyakarta and i have therefore decided to look for a new job in jakarta.
I would be available for an interview on any day after 15 march and I would be able to take up a new post on any date from 1 april.
Mrs. Greeta Pardomoan and Mr. Tarigan are willing to give me references.
I look forward to having your reply.
Your sincerely,
Edward Ferdinand
Example : Curriculum Vitae on English
CURRICULUM VITAE
Edward Ferdinand
Date of birth : September 09, 1987
Age : 23
Nationality : Indonesia
Home Address : No. 196 Jln. Bougenville Duta Kranji
Bekasi Barat 17134
Marital status : Single
Education :
Elementary School
Junior High School
Senior High School
Gunadarma University College
Activities : Playing Badminton, playing Football, Search
something unique on internet and Move anywhere
with my girlfriend
Work Experience :
2004 – 2006 Personal junior auditor KAP Rama Wendra
to Senior auditor KAP Rama Wendra
2006 – 2008 IT Staff on PT. Sankyo Indonesia
to Group Manajer PT. Sankyo Indonesia
2008 – 2010 High personal Web Developer / Programmer
to Senior Marketing Executive Programmer
Skills : Especially in data analysis SQL Server environment ,
Business Object ( BO ) , Reporting ( Basic reporting ) ,
Ms Office ( Ms Word , Ms Excel , PowerPoint
Reference : Forwaded upon request
Interest : Business man and Marketing Manajer
Language : Strong speak english and indonesia
Edward Ferdinand
Date of birth : September 09, 1987
Age : 23
Nationality : Indonesia
Home Address : No. 196 Jln. Bougenville Duta Kranji
Bekasi Barat 17134
Marital status : Single
Education :
Elementary School
Junior High School
Senior High School
Gunadarma University College
Activities : Playing Badminton, playing Football, Search
something unique on internet and Move anywhere
with my girlfriend
Work Experience :
2004 – 2006 Personal junior auditor KAP Rama Wendra
to Senior auditor KAP Rama Wendra
2006 – 2008 IT Staff on PT. Sankyo Indonesia
to Group Manajer PT. Sankyo Indonesia
2008 – 2010 High personal Web Developer / Programmer
to Senior Marketing Executive Programmer
Skills : Especially in data analysis SQL Server environment ,
Business Object ( BO ) , Reporting ( Basic reporting ) ,
Ms Office ( Ms Word , Ms Excel , PowerPoint
Reference : Forwaded upon request
Interest : Business man and Marketing Manajer
Language : Strong speak english and indonesia
Example : Surat Lamaran ( On English )
Jln. Bougenville No. 196 Duta Kranji
Bekasi Barat 17134
February 22, 2011
Mr Jonny Tjen Niongfter
PT. Indika Energy Tbk
8 Jln. Garnisun Dalam
Jakarta timur 12700
Dear Mr.Jonny Tjen Niong
I would like to apply for the post of General Affair Officer that PT. Indika Energy Tbk advertised in today’s newspaper info LOKER ( Lowongan Kerja ).
As you can see in my curriculum vitae, my education and work experience as Personal Marketing executive has given me General Affair Officer skill.
I enclose my curriculum vitae and would be glad to meet you for an interview any day after 28 februari.
I look forward to hearing from you
Yours faithfully
Edward Ferdinand
Bekasi Barat 17134
February 22, 2011
Mr Jonny Tjen Niongfter
PT. Indika Energy Tbk
8 Jln. Garnisun Dalam
Jakarta timur 12700
Dear Mr.Jonny Tjen Niong
I would like to apply for the post of General Affair Officer that PT. Indika Energy Tbk advertised in today’s newspaper info LOKER ( Lowongan Kerja ).
As you can see in my curriculum vitae, my education and work experience as Personal Marketing executive has given me General Affair Officer skill.
I enclose my curriculum vitae and would be glad to meet you for an interview any day after 28 februari.
I look forward to hearing from you
Yours faithfully
Edward Ferdinand
Minggu, 27 Februari 2011
Kewirausahaan
Faktor-faktor yang menjadi pemicu kewirausahaan
Faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang, model peran, aktivitas, pesaing, inkubator, sumber daya, dan kebijakan pemerintah. Orang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai, sifat utama (pola sikap), dan perilaku dengan bekal pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan praktis. Faktor-faktor yang menjadi pemicu kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal meliputi hak kepemilikan, kemampuan, dan insentif. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan. Jadi, kemampuan berwirausaha meripakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengkombinasi kreativitas, inovasi, kerja keras, dan keberanian menghadapi resiko untuk memperoleh peluang.
Proses terjadinya kewirausahaan sebelum dan sesudah
Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi, dimana inovasi ini dipicu oleh adanya faktor pribadi, lingkungan dan sosiologi. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian lotus of control, toleransi, pengambilan resiko, nilai-nilai pribadi, pendidikan, pengalaman, usia, komitmen, dan ketidakpuasan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan adalah peluang, model peran, aktivitas, pesaing inkubator, sumberdaya, dan kebijakan pemerintah. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda melalui :
- Pengembangan teknologi baru
- Penemuan pengetahuan ilmiah baru
- Perbaikan Produk barang dan jasa yang ada
- Penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien.
Kreativitas :
Kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dna cara-cara baru yang dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang atau dengan kata lain kemampuan untuk memikirka sesuatu yang baru dan berbeda.
Inovasi :
Kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang serta kemampuan untuk sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa dan bias dalam bentuk proses seperti ide, metode dan cara.
Ciri-ciri tahap awal dan pertumbuhan kewirausahaan
Pada tahap proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan.
Faktor pribadi yang memicu kewirausahan :
- Motif berprestasi
- Komitmen
- Nilai-nilai pribadi
- Pendidikan dan Pengalaman
Faktor lingkungan sebagai pemicu pada masa inovasi :
- Peluang
- Model Peran
- Aktivitas
Ciri-ciri tahap awal dan proses pertumbuhan kewirausahaan memiliki 3 ciri penting, yaitu :
- Tahap imitasi dan duplikasi, adalah para wirausaha mulai meniruide dari orang lain. Teknik produksi, design, pemrosesan, organisasi usaha dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada.
-Tahap duplikasi dan pengembangan, adalah para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya. Wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan di design sendiri.
- Tahap menciptakan sendiri barang dan jasa yang berbeda, adalah menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus dikembangkan. Pengusaha mulai bosan dengan proses produksi yang ada, sehingga muncul keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul.
Dilihat dari prosesnya, tahap perkembangan dibagi menjadi 2 yaitu :
a) Tahap awal ( perintisan )
b) Tahap pertumbuhan
Langkah-langkah menuju kewirausahaan agar berhasil
Gambaran menuju kewirausahaan agar berhasil maka ada langkah yang harus ditempuh antara lain :
- Bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan dimasuki / dirintis dan lingkungan usaha yang ada.
- Bekal Pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab
- Bekal Pengetahuan tentang manajemen dan organiasi bisnis
Bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi :
- Bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko
- Bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah
- Bekal Keterampilan dalam memimpin dan mengelola
- Bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi
- Bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya
Penyebab kegagalan dalam berwirausaha :
Selain kerberhasilan, seorang wirausaha juga selalu dibayangi oleh potensi kegagalan. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya yaitu :
- Kurang berpengalaman dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan dalam mengelola SDM, dan kemampuan mengintegrasikanoperasional usaha
- Kurang dapat mengendalikan keuangan.
- Tidak kompeten dalam manajerial.
- Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan suatu awal titik kegiatan.
- Lokasi yang kurang memadai.
- Kurangnya pengawasan peralatan.
- Sikap yang kurang serius dalam berusaha.
- Ketidakmampuan dalam melakukan transisi kewirausahaan.
Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewirausahaan, Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan, yaitu:
- Pendapatan yang tidak menentu
- Kerugian akibat hilangnya modal investasi
- Perlu kerja keras dan waktu yang lama
- Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya telah berhasil
Penyebab keberhasilan dalam berwirausaha
Untuk menjadi wirausaha yang sukses, seseorang harus memiliki ide atau visi bisnis yang jelas serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko, baik waktu maupun uang. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi resiko, lamgkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan, dan menjalankannya.
Keberhasilan seorang wirauaha ditentukan oleh beberapa faktor yaitu:
- Kemampuan dan kemauan. Orang yang tidak memiliki kemampuan tetapi banyak kemauan dan orang yang memiliki kemauan tetapi tidak memiliki kemampuan, keduanya tidak akan menjadi wirausaha yang sukses.
- Tekad yang kuat dan kerja keras. Orang yang tidak memiliki tekad yang kuat tetapi mau bekerja keras dan orang yang suka bekerja kera tetapi tidak memiliki tekad yang kuat, keduanya tidak akan menjadi wirwusaha yang sukses.
- Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya ketika ada kesempatan
Faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang, model peran, aktivitas, pesaing, inkubator, sumber daya, dan kebijakan pemerintah. Orang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai, sifat utama (pola sikap), dan perilaku dengan bekal pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan praktis. Faktor-faktor yang menjadi pemicu kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal meliputi hak kepemilikan, kemampuan, dan insentif. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan. Jadi, kemampuan berwirausaha meripakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengkombinasi kreativitas, inovasi, kerja keras, dan keberanian menghadapi resiko untuk memperoleh peluang.
Proses terjadinya kewirausahaan sebelum dan sesudah
Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi, dimana inovasi ini dipicu oleh adanya faktor pribadi, lingkungan dan sosiologi. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian lotus of control, toleransi, pengambilan resiko, nilai-nilai pribadi, pendidikan, pengalaman, usia, komitmen, dan ketidakpuasan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan adalah peluang, model peran, aktivitas, pesaing inkubator, sumberdaya, dan kebijakan pemerintah. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda melalui :
- Pengembangan teknologi baru
- Penemuan pengetahuan ilmiah baru
- Perbaikan Produk barang dan jasa yang ada
- Penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien.
Kreativitas :
Kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dna cara-cara baru yang dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang atau dengan kata lain kemampuan untuk memikirka sesuatu yang baru dan berbeda.
Inovasi :
Kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang serta kemampuan untuk sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa dan bias dalam bentuk proses seperti ide, metode dan cara.
Ciri-ciri tahap awal dan pertumbuhan kewirausahaan
Pada tahap proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan.
Faktor pribadi yang memicu kewirausahan :
- Motif berprestasi
- Komitmen
- Nilai-nilai pribadi
- Pendidikan dan Pengalaman
Faktor lingkungan sebagai pemicu pada masa inovasi :
- Peluang
- Model Peran
- Aktivitas
Ciri-ciri tahap awal dan proses pertumbuhan kewirausahaan memiliki 3 ciri penting, yaitu :
- Tahap imitasi dan duplikasi, adalah para wirausaha mulai meniruide dari orang lain. Teknik produksi, design, pemrosesan, organisasi usaha dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada.
-Tahap duplikasi dan pengembangan, adalah para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya. Wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan di design sendiri.
- Tahap menciptakan sendiri barang dan jasa yang berbeda, adalah menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus dikembangkan. Pengusaha mulai bosan dengan proses produksi yang ada, sehingga muncul keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul.
Dilihat dari prosesnya, tahap perkembangan dibagi menjadi 2 yaitu :
a) Tahap awal ( perintisan )
b) Tahap pertumbuhan
Langkah-langkah menuju kewirausahaan agar berhasil
Gambaran menuju kewirausahaan agar berhasil maka ada langkah yang harus ditempuh antara lain :
- Bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan dimasuki / dirintis dan lingkungan usaha yang ada.
- Bekal Pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab
- Bekal Pengetahuan tentang manajemen dan organiasi bisnis
Bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi :
- Bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko
- Bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah
- Bekal Keterampilan dalam memimpin dan mengelola
- Bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi
- Bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya
Penyebab kegagalan dalam berwirausaha :
Selain kerberhasilan, seorang wirausaha juga selalu dibayangi oleh potensi kegagalan. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya yaitu :
- Kurang berpengalaman dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan dalam mengelola SDM, dan kemampuan mengintegrasikanoperasional usaha
- Kurang dapat mengendalikan keuangan.
- Tidak kompeten dalam manajerial.
- Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan suatu awal titik kegiatan.
- Lokasi yang kurang memadai.
- Kurangnya pengawasan peralatan.
- Sikap yang kurang serius dalam berusaha.
- Ketidakmampuan dalam melakukan transisi kewirausahaan.
Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewirausahaan, Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan, yaitu:
- Pendapatan yang tidak menentu
- Kerugian akibat hilangnya modal investasi
- Perlu kerja keras dan waktu yang lama
- Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya telah berhasil
Penyebab keberhasilan dalam berwirausaha
Untuk menjadi wirausaha yang sukses, seseorang harus memiliki ide atau visi bisnis yang jelas serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko, baik waktu maupun uang. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi resiko, lamgkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan, dan menjalankannya.
Keberhasilan seorang wirauaha ditentukan oleh beberapa faktor yaitu:
- Kemampuan dan kemauan. Orang yang tidak memiliki kemampuan tetapi banyak kemauan dan orang yang memiliki kemauan tetapi tidak memiliki kemampuan, keduanya tidak akan menjadi wirausaha yang sukses.
- Tekad yang kuat dan kerja keras. Orang yang tidak memiliki tekad yang kuat tetapi mau bekerja keras dan orang yang suka bekerja kera tetapi tidak memiliki tekad yang kuat, keduanya tidak akan menjadi wirwusaha yang sukses.
- Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya ketika ada kesempatan
Sabtu, 26 Februari 2011
Pembiayaan Usaha baru
Mengembangkan suatu usaha baru akan memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit karena begitu banyak sehingga harus melakukan suatu usaha kerjasama dengan pihak lain dalam pencarian modal usaha sebanyak – banyaknya jika sudah mempunyai modal yang memungkinkan maka akan meringankan beban.
1. Masalah dalam pencarian modal
Dalam usaha pencarian modal pastinya akan menemui masalah-masalah didalamnya mulai dari masalah yang mengarah pada sistem bisnis maupun akan kebutuhan suatu modal , Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain :
- Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah dengan baik)
- Kurangnya pengalaman bisnis
- Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa mesin)
- Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
- Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha
Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
- Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
- Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
- Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
- Preferensi dari pemodal
- Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal.
2. Pembiayaan Bisnis
Suatu pembiayaan bisnis sangat mengutamakan akan biaya yang berhubungan langsung dengan sistem transaksi barang / jasa dan sebelum melakukan pembiayaan bisnis seorang wirausaha haruslah terlebih dahulu melakukan suatu identifikasi yaitu
- Identifikasi usaha yang akan dijalankan
- Identifikasi sumber pembiayaan
- Identifikasi sumber pembiayaan terbagi kedalam dua bagian yaitu
- Internal (modal perusahaan)
- Eksternal (investor, kredit bank)
- Menetapkan prioritas bisnis
- Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis
- Pendanaan tahap awal
- Pendanaan ekspansi atau perkembangan
- Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts
3. Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Untuk melakukan usaha terlebih dahulu wirausahawan melakukan identifikasi awal, dan memperhitungkan berapa jumlah modal yang dibutuhkan. selain itu juga seorang wirausaha harus ada perencanaan financial yaitu :
a. Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)
b. Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba)
Ada beberapa cara untuk memproyeksikan kebutuhan kas :
a. Proyeksi laporan laba/rugi
b. Proyeksi laporan neraca
c. Proyeksi arus kas
d. Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas
4. Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi).
Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.
Unsur dasar analisa pulang pokok :
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya total
d. Pendapatan total
e. Keuntungan
f. Kerugian
g. Titik pulang pokok
Rumus perhitungan impas :
a. Dalam satuan unit terjual
= biaya tetap / (harga @ - biaya variabel @)
b. Dalam rupiah penjualan :
= biaya tetap / 1 – (biaya variabel @ / harga @)
5. Mencari Sumber Modal Usaha
Sebelun melakukan pencarian modal usaha, seorang wirausahawan juga terlebih dahulu melaksanakn penilaian terhadap kelayakan usahanya tersebut.
Pencarian sumber modal berasal dari :
a. Modal perusahaan
b. Modal patungan (perusahaan dengan investor)
c. Modal dari investor
d. Modal pinjaman dari bank
Wirausahawan mempunyai akses pada dua katagori keuangan yaitu : pribadi dan masyarakat.
Hubungan dengan Pemodal
Menjalin suatu hubungan yang baik dengan pemilik modal sangat lah penting dikarenakan pemilik modal adalah sesorng yang penting daslam kelangsungan dalam suatu usaha, berikut adalah cara menjalin hubungan dengan pemilik modal diantaranya:
- Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal
- Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang
- Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian / pengembalian modal
6. Penilaian Perusahaan
Seorang wirausahawan perlu melakukan penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, diantara nya seperti :
a. Laporan laba / rugi
b. Laporan neraca
c. Laporan perubahan modal
d. Laporan arus kas
Melakukan evaluasi eksternal (melalui angket/kuis), bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan.
1. Masalah dalam pencarian modal
Dalam usaha pencarian modal pastinya akan menemui masalah-masalah didalamnya mulai dari masalah yang mengarah pada sistem bisnis maupun akan kebutuhan suatu modal , Beberapa masalah yang sering ditemui dalam pencarian modal antara lain :
- Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat mengadaptasi masalah dengan baik)
- Kurangnya pengalaman bisnis
- Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara finansial maupun berupa mesin)
- Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
- Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha
Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
- Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
- Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
- Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
- Preferensi dari pemodal
- Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal.
2. Pembiayaan Bisnis
Suatu pembiayaan bisnis sangat mengutamakan akan biaya yang berhubungan langsung dengan sistem transaksi barang / jasa dan sebelum melakukan pembiayaan bisnis seorang wirausaha haruslah terlebih dahulu melakukan suatu identifikasi yaitu
- Identifikasi usaha yang akan dijalankan
- Identifikasi sumber pembiayaan
- Identifikasi sumber pembiayaan terbagi kedalam dua bagian yaitu
- Internal (modal perusahaan)
- Eksternal (investor, kredit bank)
- Menetapkan prioritas bisnis
- Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis
- Pendanaan tahap awal
- Pendanaan ekspansi atau perkembangan
- Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts
3. Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Untuk melakukan usaha terlebih dahulu wirausahawan melakukan identifikasi awal, dan memperhitungkan berapa jumlah modal yang dibutuhkan. selain itu juga seorang wirausaha harus ada perencanaan financial yaitu :
a. Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)
b. Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba)
Ada beberapa cara untuk memproyeksikan kebutuhan kas :
a. Proyeksi laporan laba/rugi
b. Proyeksi laporan neraca
c. Proyeksi arus kas
d. Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas
4. Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi).
Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.
Unsur dasar analisa pulang pokok :
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya total
d. Pendapatan total
e. Keuntungan
f. Kerugian
g. Titik pulang pokok
Rumus perhitungan impas :
a. Dalam satuan unit terjual
= biaya tetap / (harga @ - biaya variabel @)
b. Dalam rupiah penjualan :
= biaya tetap / 1 – (biaya variabel @ / harga @)
5. Mencari Sumber Modal Usaha
Sebelun melakukan pencarian modal usaha, seorang wirausahawan juga terlebih dahulu melaksanakn penilaian terhadap kelayakan usahanya tersebut.
Pencarian sumber modal berasal dari :
a. Modal perusahaan
b. Modal patungan (perusahaan dengan investor)
c. Modal dari investor
d. Modal pinjaman dari bank
Wirausahawan mempunyai akses pada dua katagori keuangan yaitu : pribadi dan masyarakat.
Hubungan dengan Pemodal
Menjalin suatu hubungan yang baik dengan pemilik modal sangat lah penting dikarenakan pemilik modal adalah sesorng yang penting daslam kelangsungan dalam suatu usaha, berikut adalah cara menjalin hubungan dengan pemilik modal diantaranya:
- Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal
- Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang
- Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian / pengembalian modal
6. Penilaian Perusahaan
Seorang wirausahawan perlu melakukan penilaian terhadap kinerja manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, diantara nya seperti :
a. Laporan laba / rugi
b. Laporan neraca
c. Laporan perubahan modal
d. Laporan arus kas
Melakukan evaluasi eksternal (melalui angket/kuis), bagaimana tanggapan masyarakat terhadap perusahaan.
Jumat, 11 Februari 2011
Kewiraswastawan
I. Karakteristik wiraswastawan
karakteristik wiraswasta ialah percaya pada kemampuan diri sendiri, mampu menghadapi persoalan dengan baik, berpandangan luas jauh ke depan, mempunyai keuletan mental, lincah dalam berusaha, berupaya mengembangkan sayap, berani mengambil resiko, berguru kepada pengalaman, bahwa seorang wiraswastawan adalah seorang pengusaha yang dengan kemampuannya untuk memikul resiko dan meningkatkan efisiensi serta keahlian mengurus, dapat menerobos berbagai persaingan, merebut kesempatan baru, pasaran baru, proses produksi baru dan rumus baru sesuai dengan tertib hukum serta norma-norma masyarakat lingkungannya untuk memberikan darma baktinya berupa pengadaan, penyediaan, dan penjualan barang-barang dan jasa, demi semakin meningkatnya kemajuan masyarakat.
Dalam kewiraswastaan, kekayaan menjadi relatif sifatnya. Ia hanya merupakan produk bawaan (by-product) dari sebuah usaha yang berorientasi dari sebuah prestasi.Prestasi kerja manusia yang ingin mengaktualisasikan diri dalam suatu kehidupan mandiri. Ada pengusaha yang sudah amat sukses dan kaya, tapi tidak pernah menampilkan diri sebagai orang yang hidup mewah, dan ada juga orang yang sebenarnya belum bisa dikatakan kaya, namun berpenampilan begitu glamor dengan pakaian dan perhiasan yang amat mencolok. Maka soal kekayaan akhirnya terpulang pada masing – masing individu.
Keadaan kaya miskin, sukses gagal, naik dan jatuh merupakan keadaan yang bisa terjadi kapan saja dalam kehidupan seorang pengusaha, tidak peduli betapapun piawainya ia. Ilmu kewiraswastaan hanya menggariskan bahwa seorang wiraswastawan
yang baik adalah sosok pengusaha yang tidak sombong pada saat jaya, dan tidak berputus asa saat jatuh. Tidak ada satu suku katapun dari kata “wiraswasta” yang menunjukkan arti kearah pengejaran uang dan harta benda, tidak pula kata wiraswasta itu menunjuk pada salah satu strata, kasta, tingkatan sosial, golongan ataupun kelompok elite tertentu.
Terkadang orang tidak menyadari bahwa “wiraswasta” tidak sama dengan swasta dan orang swasta tidak dengan sendirinya merupakan wiraswastawan sejati, meslipun mungkin yang bersangkutan menyatakan diri begitu. Ini disebabkan “wiraswasta” mengandung kata wira yang mempunyai makna luhurnya budi pekerti, teladan, memiliki 2 karakter yang baik, berjiwa ksatria dan patriotik. Oleh sebab itu dapat dipastikan bahwa seorang wiraswastawan sejati selalu memegang etika sebaik-baiknya dalam berbisnis.
Seorang wiraswasta juga banyak dilibatkan dengan aktivitas-aktivitas yang bervariasi, bekerja keras, dan bersikap dinamis, sehingga ia dituntut untuk dapat melakukan aktivitas-aktivitas dengan terarah dan dapat mengaturnya dengan baik agar dapat dicapai hasil yang optimal.
II. Penentuan potensi kewiraswastaan
Sosok kewiraswastaan yang ideal dituntut mempunyai nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin, dalam artian sangat memperhatikan potensi nya berdasarkan prioritas
Prioritas kewiraswastaan yang terdiri dari empat lapisan yaitu :
1. Sikap mental (attitude)
2. Kepemimpinan/kepeloporan (leadership)
3. Ketatalaksanaan (management)
4. Ketrampilan ( skill )
Berikut penjelasan untuk prioritas potensi kewiraswastaan :
- Sikap mental : Sikap mental merupakan elemen paling dasar yang perlu dijamin untuk selalu dalam keadaan baik. Unsur ini yang menentukan apakah orang menjadi sosok yang tinggi budi ataukah sebaliknya menjadi orang yang jahat dan culas.
- Kepemimpinan : Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik adalah “perlakukanlah orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan”. Berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandangan orang lain akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo seliro.Pengusaha yang berpeluang untuk maju secara mantap adalah yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat menonjol. Ciri-ciri mereka biasanya sangat menonjol, dan sangat khas. Dimana keputusan dan sepak terjangnya sering dianggap tidak lazim dan lain dari pada umumnya pengusaha. Mereka “tampil beda”.
- Ketatalaksanaan : Tata laksana merupakan terjemahan dari kata Management artinya pengelolaan.Yang perlu dimengerti disini adalah manajemen bukan semata-mata konsumsi para manajer saja. Setiap orang perlu manajemen apapun status dan jabatan orang tersebut. Bahkan ibu rumah tanggapun perlu manajemen untuk mengelola uang dapur dan belanjaannya. Tata laksana merupakan metode atau serangkaian cara dan prosedur.Gunanya jelas, yaitu untuk menghasilkan efektifitas dan efisiensi setiap pekerjaan, agar mendapatkan hasil yang baik dalam mutu serta tepat waktu dalam penyerahannya. Berbeda dengan sikap mental dan kepemimpinan yang termasuk dalam klasifikasi nilai atau kualitas, maka manajemen merupakan pengetahuan yang bersifat praktis. Kalau sikap mental dan kepemimpinan berada di dalam jiwa, manajemen berada diluar mirip ketrampilan teknis .
- Keterampilan : Lapisan terluar dari struktur prioritas kewiraswastaan adalah ketrampilan. Banyak pihak berpendapat, bahwa dengan berbekal penguasaan ketrampilan, seseorang akan bisa diharapkan menjadi seorang entrepreneur yang berhasil. Pendapat ini sebenarnya tidaklah terlalu salah, kalau dilihat banyak contoh yang membuktikan, misalnya seorang penjahit dengan ketrampilan yang dimiliki akhirnya bisa memiliki sebuah perusahaan pakaian jadi yang cukup besar.Namun demikian, kalau kita mau meneliti lebih jauh, ternyata keberhasilan itu sebenarnya bukan disebabkan oleh ketrampilan semata, melainkan lebih oleh jiwa kepemimpinan yang dimiliki si pengusaha. Leadership yang bersangkutan yang menuntun dan membawanya ke jenjang sukses.
III. Metode analisis diri sendiri
Kebutuhan” yang akan membantu individu memutuskan apakah kepribadian mereka sesuai dengan peranan kewirausahawan
Mcclelland,mengemukakan 3 kebutuhan dasar mempengaruhi tujuan ekonomi :
1. kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
2. kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi. Karakteristik dan sikap motivasi prestasi ala McClelland antara lain:
- Pencapaian adalah lebih penting daripada materi.
- Mencapai tujuan atau tugas memberikan kepuasan pribadi yang lebih besar daripada menerima pujian atau pengakuan.
- Umpan balik sangat penting, karena merupakan ukuran sukses (umpan balik yang diandalkan, kuantitatif dan faktual)
3. kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan.
n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.
IV. Pengembangan nACH
Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses.Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka, keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah.
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
Pengembangan nAch bagi tercapainya kondisi bagi keberhasilan psikologis,kondisi tersebut adalah menurut Chris Argyris
1. individu mampu mendefinisikan tujuan mereka sendiri
2. tujuan” tersebut berhubungan dengan kebutuhan, kemampuan dan nilai-nilai mereka
3. Individu mendefinisikan arah dari tujuan” tersebut
4. pencapaian tujuan tersebut mewakili tingkat aspirasi realistis bagi individu.
V. Manajemen kewiraswastaan
1. Identifikasi kesempatan-kesempatan :
Inovasi (menyediakan barang/jasa yang diperlukan atau memenugi keinginan
masyarakat dengan nilai manfaat yang tinggi.
2. Analisa Resiko :
Apakah ada kemungkinan bisnisnya berhasil ?
Apakah Hasil yang diperoleh memadai dg. Resiko yang ada?
Berikut adalah salah satu bentuk resiko yang mempengaruhi adanya kewiraswastaan :
a. Kekuatan perusahaan kecil :
- Kebebasan untuk bertindak
- Menyesuaikan kepada kebutuhan setempat
- Peran serta dalam melakukan usaha/tindakan
b. Kekurangan perusahaan kecil :
- Relatif lemah dalam spesialisasi
- Modal dalam pengembangan terbatas
- Karyawan relatif sulit untuk mendapat yang cakap
c. Sebab-sebab kegagalan :
- Struktur modal yang tidak memadai
- Penggunaan metoda dan peralatan yang sudah usang
- Tidak adanya perencanaan jangka panjang
- Kecakapan pribadi
karakteristik wiraswasta ialah percaya pada kemampuan diri sendiri, mampu menghadapi persoalan dengan baik, berpandangan luas jauh ke depan, mempunyai keuletan mental, lincah dalam berusaha, berupaya mengembangkan sayap, berani mengambil resiko, berguru kepada pengalaman, bahwa seorang wiraswastawan adalah seorang pengusaha yang dengan kemampuannya untuk memikul resiko dan meningkatkan efisiensi serta keahlian mengurus, dapat menerobos berbagai persaingan, merebut kesempatan baru, pasaran baru, proses produksi baru dan rumus baru sesuai dengan tertib hukum serta norma-norma masyarakat lingkungannya untuk memberikan darma baktinya berupa pengadaan, penyediaan, dan penjualan barang-barang dan jasa, demi semakin meningkatnya kemajuan masyarakat.
Dalam kewiraswastaan, kekayaan menjadi relatif sifatnya. Ia hanya merupakan produk bawaan (by-product) dari sebuah usaha yang berorientasi dari sebuah prestasi.Prestasi kerja manusia yang ingin mengaktualisasikan diri dalam suatu kehidupan mandiri. Ada pengusaha yang sudah amat sukses dan kaya, tapi tidak pernah menampilkan diri sebagai orang yang hidup mewah, dan ada juga orang yang sebenarnya belum bisa dikatakan kaya, namun berpenampilan begitu glamor dengan pakaian dan perhiasan yang amat mencolok. Maka soal kekayaan akhirnya terpulang pada masing – masing individu.
Keadaan kaya miskin, sukses gagal, naik dan jatuh merupakan keadaan yang bisa terjadi kapan saja dalam kehidupan seorang pengusaha, tidak peduli betapapun piawainya ia. Ilmu kewiraswastaan hanya menggariskan bahwa seorang wiraswastawan
yang baik adalah sosok pengusaha yang tidak sombong pada saat jaya, dan tidak berputus asa saat jatuh. Tidak ada satu suku katapun dari kata “wiraswasta” yang menunjukkan arti kearah pengejaran uang dan harta benda, tidak pula kata wiraswasta itu menunjuk pada salah satu strata, kasta, tingkatan sosial, golongan ataupun kelompok elite tertentu.
Terkadang orang tidak menyadari bahwa “wiraswasta” tidak sama dengan swasta dan orang swasta tidak dengan sendirinya merupakan wiraswastawan sejati, meslipun mungkin yang bersangkutan menyatakan diri begitu. Ini disebabkan “wiraswasta” mengandung kata wira yang mempunyai makna luhurnya budi pekerti, teladan, memiliki 2 karakter yang baik, berjiwa ksatria dan patriotik. Oleh sebab itu dapat dipastikan bahwa seorang wiraswastawan sejati selalu memegang etika sebaik-baiknya dalam berbisnis.
Seorang wiraswasta juga banyak dilibatkan dengan aktivitas-aktivitas yang bervariasi, bekerja keras, dan bersikap dinamis, sehingga ia dituntut untuk dapat melakukan aktivitas-aktivitas dengan terarah dan dapat mengaturnya dengan baik agar dapat dicapai hasil yang optimal.
II. Penentuan potensi kewiraswastaan
Sosok kewiraswastaan yang ideal dituntut mempunyai nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin, dalam artian sangat memperhatikan potensi nya berdasarkan prioritas
Prioritas kewiraswastaan yang terdiri dari empat lapisan yaitu :
1. Sikap mental (attitude)
2. Kepemimpinan/kepeloporan (leadership)
3. Ketatalaksanaan (management)
4. Ketrampilan ( skill )
Berikut penjelasan untuk prioritas potensi kewiraswastaan :
- Sikap mental : Sikap mental merupakan elemen paling dasar yang perlu dijamin untuk selalu dalam keadaan baik. Unsur ini yang menentukan apakah orang menjadi sosok yang tinggi budi ataukah sebaliknya menjadi orang yang jahat dan culas.
- Kepemimpinan : Suatu pedoman bagi kepemimpinan yang baik adalah “perlakukanlah orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan”. Berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandangan orang lain akan ikut mengembangkan sebuah sikap tepo seliro.Pengusaha yang berpeluang untuk maju secara mantap adalah yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat menonjol. Ciri-ciri mereka biasanya sangat menonjol, dan sangat khas. Dimana keputusan dan sepak terjangnya sering dianggap tidak lazim dan lain dari pada umumnya pengusaha. Mereka “tampil beda”.
- Ketatalaksanaan : Tata laksana merupakan terjemahan dari kata Management artinya pengelolaan.Yang perlu dimengerti disini adalah manajemen bukan semata-mata konsumsi para manajer saja. Setiap orang perlu manajemen apapun status dan jabatan orang tersebut. Bahkan ibu rumah tanggapun perlu manajemen untuk mengelola uang dapur dan belanjaannya. Tata laksana merupakan metode atau serangkaian cara dan prosedur.Gunanya jelas, yaitu untuk menghasilkan efektifitas dan efisiensi setiap pekerjaan, agar mendapatkan hasil yang baik dalam mutu serta tepat waktu dalam penyerahannya. Berbeda dengan sikap mental dan kepemimpinan yang termasuk dalam klasifikasi nilai atau kualitas, maka manajemen merupakan pengetahuan yang bersifat praktis. Kalau sikap mental dan kepemimpinan berada di dalam jiwa, manajemen berada diluar mirip ketrampilan teknis .
- Keterampilan : Lapisan terluar dari struktur prioritas kewiraswastaan adalah ketrampilan. Banyak pihak berpendapat, bahwa dengan berbekal penguasaan ketrampilan, seseorang akan bisa diharapkan menjadi seorang entrepreneur yang berhasil. Pendapat ini sebenarnya tidaklah terlalu salah, kalau dilihat banyak contoh yang membuktikan, misalnya seorang penjahit dengan ketrampilan yang dimiliki akhirnya bisa memiliki sebuah perusahaan pakaian jadi yang cukup besar.Namun demikian, kalau kita mau meneliti lebih jauh, ternyata keberhasilan itu sebenarnya bukan disebabkan oleh ketrampilan semata, melainkan lebih oleh jiwa kepemimpinan yang dimiliki si pengusaha. Leadership yang bersangkutan yang menuntun dan membawanya ke jenjang sukses.
III. Metode analisis diri sendiri
Kebutuhan” yang akan membantu individu memutuskan apakah kepribadian mereka sesuai dengan peranan kewirausahawan
Mcclelland,mengemukakan 3 kebutuhan dasar mempengaruhi tujuan ekonomi :
1. kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
2. kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi. Karakteristik dan sikap motivasi prestasi ala McClelland antara lain:
- Pencapaian adalah lebih penting daripada materi.
- Mencapai tujuan atau tugas memberikan kepuasan pribadi yang lebih besar daripada menerima pujian atau pengakuan.
- Umpan balik sangat penting, karena merupakan ukuran sukses (umpan balik yang diandalkan, kuantitatif dan faktual)
3. kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan.
n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.
IV. Pengembangan nACH
Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses.Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka, keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah.
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
Pengembangan nAch bagi tercapainya kondisi bagi keberhasilan psikologis,kondisi tersebut adalah menurut Chris Argyris
1. individu mampu mendefinisikan tujuan mereka sendiri
2. tujuan” tersebut berhubungan dengan kebutuhan, kemampuan dan nilai-nilai mereka
3. Individu mendefinisikan arah dari tujuan” tersebut
4. pencapaian tujuan tersebut mewakili tingkat aspirasi realistis bagi individu.
V. Manajemen kewiraswastaan
1. Identifikasi kesempatan-kesempatan :
Inovasi (menyediakan barang/jasa yang diperlukan atau memenugi keinginan
masyarakat dengan nilai manfaat yang tinggi.
2. Analisa Resiko :
Apakah ada kemungkinan bisnisnya berhasil ?
Apakah Hasil yang diperoleh memadai dg. Resiko yang ada?
Berikut adalah salah satu bentuk resiko yang mempengaruhi adanya kewiraswastaan :
a. Kekuatan perusahaan kecil :
- Kebebasan untuk bertindak
- Menyesuaikan kepada kebutuhan setempat
- Peran serta dalam melakukan usaha/tindakan
b. Kekurangan perusahaan kecil :
- Relatif lemah dalam spesialisasi
- Modal dalam pengembangan terbatas
- Karyawan relatif sulit untuk mendapat yang cakap
c. Sebab-sebab kegagalan :
- Struktur modal yang tidak memadai
- Penggunaan metoda dan peralatan yang sudah usang
- Tidak adanya perencanaan jangka panjang
- Kecakapan pribadi
Langganan:
Postingan (Atom)