Minggu, 27 Februari 2011

Kewirausahaan

Faktor-faktor yang menjadi pemicu kewirausahaan

Faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang, model peran, aktivitas, pesaing, inkubator, sumber daya, dan kebijakan pemerintah. Orang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai, sifat utama (pola sikap), dan perilaku dengan bekal pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan praktis. Faktor-faktor yang menjadi pemicu kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal meliputi hak kepemilikan, kemampuan, dan insentif. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan. Jadi, kemampuan berwirausaha meripakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengkombinasi kreativitas, inovasi, kerja keras, dan keberanian menghadapi resiko untuk memperoleh peluang.

Proses terjadinya kewirausahaan sebelum dan sesudah

Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi, dimana inovasi ini dipicu oleh adanya faktor pribadi, lingkungan dan sosiologi. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian lotus of control, toleransi, pengambilan resiko, nilai-nilai pribadi, pendidikan, pengalaman, usia, komitmen, dan ketidakpuasan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan adalah peluang, model peran, aktivitas, pesaing inkubator, sumberdaya, dan kebijakan pemerintah. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda melalui :

- Pengembangan teknologi baru
- Penemuan pengetahuan ilmiah baru
- Perbaikan Produk barang dan jasa yang ada
- Penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien.

Kreativitas :

Kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dna cara-cara baru yang dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang atau dengan kata lain kemampuan untuk memikirka sesuatu yang baru dan berbeda.

Inovasi :

Kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang serta kemampuan untuk sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa dan bias dalam bentuk proses seperti ide, metode dan cara.

Ciri-ciri tahap awal dan pertumbuhan kewirausahaan

Pada tahap proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan.
Faktor pribadi yang memicu kewirausahan :

- Motif berprestasi
- Komitmen
- Nilai-nilai pribadi
- Pendidikan dan Pengalaman

Faktor lingkungan sebagai pemicu pada masa inovasi :
- Peluang
- Model Peran
- Aktivitas

Ciri-ciri tahap awal dan proses pertumbuhan kewirausahaan memiliki 3 ciri penting, yaitu :

- Tahap imitasi dan duplikasi, adalah para wirausaha mulai meniruide dari orang lain. Teknik produksi, design, pemrosesan, organisasi usaha dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada.

-Tahap duplikasi dan pengembangan, adalah para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya. Wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan di design sendiri.

- Tahap menciptakan sendiri barang dan jasa yang berbeda, adalah menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus dikembangkan. Pengusaha mulai bosan dengan proses produksi yang ada, sehingga muncul keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul.

Dilihat dari prosesnya, tahap perkembangan dibagi menjadi 2 yaitu :

a) Tahap awal ( perintisan )
b) Tahap pertumbuhan

Langkah-langkah menuju kewirausahaan agar berhasil

Gambaran menuju kewirausahaan agar berhasil maka ada langkah yang harus ditempuh antara lain :

- Bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan dimasuki / dirintis dan lingkungan usaha yang ada.
- Bekal Pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab
- Bekal Pengetahuan tentang manajemen dan organiasi bisnis

Bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi :
- Bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko
- Bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah
- Bekal Keterampilan dalam memimpin dan mengelola
- Bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi
- Bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya

Penyebab kegagalan dalam berwirausaha :

Selain kerberhasilan, seorang wirausaha juga selalu dibayangi oleh potensi kegagalan. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya yaitu :

- Kurang berpengalaman dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan dalam mengelola SDM, dan kemampuan mengintegrasikanoperasional usaha
- Kurang dapat mengendalikan keuangan.
- Tidak kompeten dalam manajerial.
- Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan suatu awal titik kegiatan.
- Lokasi yang kurang memadai.
- Kurangnya pengawasan peralatan.
- Sikap yang kurang serius dalam berusaha.
- Ketidakmampuan dalam melakukan transisi kewirausahaan.

Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewirausahaan, Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan, yaitu:
- Pendapatan yang tidak menentu
- Kerugian akibat hilangnya modal investasi
- Perlu kerja keras dan waktu yang lama
- Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya telah berhasil

Penyebab keberhasilan dalam berwirausaha

Untuk menjadi wirausaha yang sukses, seseorang harus memiliki ide atau visi bisnis yang jelas serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko, baik waktu maupun uang. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi resiko, lamgkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan, dan menjalankannya.
Keberhasilan seorang wirauaha ditentukan oleh beberapa faktor yaitu:

- Kemampuan dan kemauan. Orang yang tidak memiliki kemampuan tetapi banyak kemauan dan orang yang memiliki kemauan tetapi tidak memiliki kemampuan, keduanya tidak akan menjadi wirausaha yang sukses.
- Tekad yang kuat dan kerja keras. Orang yang tidak memiliki tekad yang kuat tetapi mau bekerja keras dan orang yang suka bekerja kera tetapi tidak memiliki tekad yang kuat, keduanya tidak akan menjadi wirwusaha yang sukses.
- Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya ketika ada kesempatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar